STIMUNO
Saat ini banyak sekali iklan menggunakan animasi untuk menarik konsumen. Salah satunya yaitu iklan stimuno. Iklan STIMUNO hampir separuh dari durasinya menggunakan animasi.
Pemakaian animasi pada iklan STIMUNO
Asumsi kami mengatakan bahwa animasi sangat membantu karena segala sesuatu yang tidak bisa dikerjakan dengan menggunakan metode live. Sebagai contoh, iklan STIMUNO yang dimana harus memperlihatkan makhluk-makhluk yang aneh dan prajurit-prajurit yang banyak. Makhluk aneh tersebut tidak mungkin ada di dunia ini dan belum terwujud, oleh karena itu animasi-lah yang membantu pembuatan iklan tersebut.
Tekhnik yang digunakan pada pembuatan animasi iklan STIMUNO
Tekhnik pada animasi ada 3, yaitu 2D animation, stop motion, dan 3D animation. Ketiganya merupakan proses kerja frame by frame dengan perbedaan pada media pembuatan saja. Ketiganya juga mempunyai ciri tersendiri. Seperti teknik 2D, walaupun sekarang sudah era komputer, tetapi tetap saja pergerakan tersebut harus dibuat satu persatu dengan tarikan garis tangan. Stop motion, dengan teknik clay-nya. Dan 3D yang didominasi oleh komputer.
Waktu yang dibutuhkan untuk membuat animasi pada iklan
Proses tekhnik animasi selalu berawal dari ide-ide cerita dan storyboard atau e-konte. Untuk masuk ke produksi animasi, storyboard belum cukup dijadikan sebagai dasar. Kita perlu merinci storyboord tersebut ke dalam beberapa bagian: Character, Environment , Prop Design, dan Animatic.
Character design layaknya casting dalam live shoot production. Tahap ini untuk mengetahui karakter yang akan digunakan. Tahap ini memberikan suatu gambaran bagaimana sebenarnya karakter itu berekpresi.
Environtment juga memerlukan perhatian khusus. Dari sinilah akan terlihat gaya apa yang akan disajikan. Biasanya client atau tim kreatif kurang menerjemahkan hal ini dengan jelas sehingga menyulitkan tim produksi. Dalam live shoot, ini sama dengan lokasi shoting, set decor. Props design sama halnya dengan wardrobe dan aksesoris pada live shoot. Animatic merupakan terjemahan dari shooting board dalam live shoot. Dari sinilah draft cut cerita terbentuk dan tersusun berdasarkan waktu. Semua tahapan ini termasuk ke dalam kategori preproduction.
Dalam tahap production, takaran waktu pengerjaan animasi jauh berbeda dengan live shoot. Jika live shoot mengggunakan ukuran hari, 1-3 hari, pengerjaan animasi memakai hitungan minggu. Hal ini dikarenakan segala sesuatunya harus dibuat satu-persatu, khususnya pada setiap pergerakan. Berbeda dengan live shoot, talent bisa langsung bergaya sesuai instruksi sutradara. Pada produksi animasi, setiap teknik berbeda satu sama lain, seperti halnya menggambar dan mematung dengan menggunakan bidang ruang. Nah, ketika proses ini tuntas, masuk ke tahap post-production dimana segala sesuatunya disusun dan dituntaskan.
